Lensaproperti.com - PT Tata Metal Lestari mencatatkan pencapaian ekspor gemilang ke Amerika Serikat (AS), dengan mengirimkan 10 ribu ton baja lapis senilai USD12,6 juta atau sekitar Rp205,4 miliar. Ekspor yang dilepas dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (18/7/2025), ini dinilai sebagai langkah strategis dalam memperluas pasar global industri baja Indonesia.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan apresiasinya atas capaian tersebut, yang menurutnya menunjukkan kemampuan industri nasional dalam menghasilkan produk berstandar internasional.

"Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada PT Tata Metal Lestari, atas kinerja ekspor yang luar biasa, secara khusus di pasar Amerika Serikat," ujar Agus dalam sambutannya.

Ekspor ini merupakan hasil sinergi dengan PT Krakatau Baja Industri dalam penyediaan baja canai dingin (cold rolled coil) sebagai bahan baku utama. Agus menegaskan, keberhasilan ini menegaskan ketangguhan industri baja nasional di tengah ketatnya proteksi dagang AS.

“Ini menjadi celah yang berhasil dimanfaatkan oleh industri nasional. Amerika tetap membutuhkan baja lapis, dan Indonesia mampu menyediakannya dengan kualitas tinggi,” ujarnya.

Agus juga menilai, capaian ini mencerminkan daya saing industri baja nasional yang terus meningkat, bahkan di tengah tekanan tarif impor AS yang mencapai 50%, jauh di atas rerata tarif impor produk lain.

Sementara itu, VP of Operations PT Tata Metal, Stephanus Koeswandi, mengungkapkan bahwa ekspor ini merupakan bagian dari ekspansi global agresif perusahaan.

“Bulan Februari kami ekspor 5 ribu ton, kemudian setiap bulan terus meningkat hingga Juli ini kami ekspor 10 ribu ton, atau sekitar 14,5 persen dari total target ekspor 2025 yang mencapai 69 ribu ton,” jelas Stephanus.

Ia menyebut, pertumbuhan ekspor perusahaan mencapai 133% dibanding tahun sebelumnya. Hal ini membuktikan daya saing produk baja nasional yang mampu menjawab kebutuhan industri konstruksi global, khususnya di AS.

Kontribusi ekspor terhadap total penjualan PT Tata Metal mencapai 30–40 persen. Stephanus menambahkan, ekspor ini tak hanya menopang pertumbuhan ekonomi industri nasional, tapi juga mendorong penciptaan lapangan kerja di sektor hilir.

Dalam pengapalan kali ini, PT Tata Metal mengekspor tiga jenis baja lapis, Baja Lapis Aluminium Seng (BJLAS) bermerek Nexalume, Baja Lapis Seng (BJLS) bermerek Nexium, dan BJLS Warna bermerek Nexcolor. Ketiganya telah melalui proses pelapisan sesuai standar internasional dan akan digunakan oleh industri konstruksi AS.

Di sisi lain, Direktur Utama PT Krakatau Steel, Muhamad Akbar Djohan, mengungkapkan bahwa sinergi dengan Tata Metal menjadi landasan penting bagi penguatan ekosistem baja nasional.

“Krakatau Baja Industri memiliki keandalan manufaktur dalam memproduksi baja lembaran dingin (CRC) unggulan yang berkualitas tinggi dan diakui di pasar dunia,” ungkapnya.

Ekspor ini menjadi bukti bahwa industri baja Indonesia siap bersaing di kancah global, bahkan menghadapi negara dengan hambatan dagang tinggi seperti AS.

Related Post